Menurut Kantor Berita ABNA, Sayid Abbas Mousavi menambahkan, "Amerika harus menerima kekalahannya dan menghormati bangsa Iran; jika tidak ia akan tepat terhina, dibenci dan terkucil,".
Brian Hook Rabu (27/05/2020) saat diwawancarai laman Jewish news syndicate dalam sebuah statemen menggelikan mengklaim, akibat represi Washington, para petinggi Iran harus memutuskan untuk berunding atau menghadapi keruntuhan ekonomi.
Dua tahun lalu, Amerika Serikat keluar dari JCPOA dan meningkatkan kampanye besar-besaran anti Iran.
Presiden AS Donald Trump Selasa 8 Mei 2018 secara sepihak melanggar komitmennya di JCPOA dengan mengumumkan negaranya keluar dari kesepakatan nuklir internasional ini dan menjatuhkan kembali sanksi ilegal terhadap Tehran.
Langkah Trump ini menuai kecaman luas baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.
Republik Islam Iran sebagai salah satu anggota utama Front Muqawama memainkan peran signifikan dalam melawan konspirasi dan aksi-aksi poros AS-Zionis dan Saudi di kawasan. (MF)